Industri wedding di Indonesia sering dibilang lagi lesu. Vendor makin banyak, klien makin ribet, harga makin ditekan. Posting rajin, reels jalan, ads nyala tapi kalender tetep bolong. Masalahnya satu, kita sering nyalahin market, padahal yang salah cara mainnya.
Ebook ini lahir bukan dari asumsi, bukan juga dari teori luar negeri yang dipaksa masuk ke konteks Indonesia. Playbook ini disusun dari data penjualan dan pola booking yang dikumpulkan oleh Color Profiles dari berbagai vendor wedding di berbagai daerah di Indonesia mulai dari fotografer, videografer, wedding organizer, hingga vendor pendukung lainnya.
Insight Market Wedding Indonesia
Kalender Budaya & Musim Nikah
Monthly Playbook Januari-Desember
Digital Marketing Framework
Case Study (2023-2025)
Checklist Eksekusi Vendor
Data yang lu baca di sini datang dari:
Vendor kota besar & kota kedua
Vendor high-end sampai middle market
Periode 2023, 2024, dan 2025
Dan satu hal yang konsisten muncul dari semua data itu adalah, market wedding Indonesia nggak mati tapi makin selektif.
Kenapa Ebook Ini Dibikin?
Karena terlalu banyak vendor wedding yang:
Jago produksi, tapi lemah jualan
Sibuk ngejar algoritma, tapi lupa funnel
Rajin promo, tapi salah timing
Ikut tren digital, tapi gak ngerti konteks budaya Indonesia
Vendor wedding yang menang bukan yang paling rajin, tapi yang paling tepat timing-nya.